Kamis, 21 Agustus 2014

IQRO

cerita hari kemarin memang sangat lumayan lucu dan menggelitik, dimana saya selaku si penulis diajak wedangan atau hik-hikan ( yang orang jawa pasti taulah ya , hehe ) di salah satu tempat wedangan yang cukup lengkap makananya :sate kikil, sosis, tempura, patrik, gabus, endok sunduk, tempe tahu bacem atau goreng macam2 gorengan lah, trs ada lagi wedang-wedangan yang super lengkap such as wedang uwuh, segala macam wedang jahe, segala macam teh, sampai soda gembira. yang menambah plus dari tempat wedanganya adalah ada wifi.nya, sekarang tempat wedangan sudah berevolusi hihihi (lebay). 

diihhh lama banget mbahas makananya, naah kemerin tuh wedanganya sama temenku dan bapaknya yang notabene baru menyelesaikan sekolah doktor, baca lagi doktor ( DR. ) bukan dokter yang nyuntik nyuntik itu loh,

Ganasnya, sangarnya beliau menyelesaikan sekolahnya 8tahun alias 16 semester...... kurang keren apa cuyy. normalnya kan seharusnya ga nyampek 8th. yaa kan ?? beliau ngendiko bahwa teori cuma 4 semester tetapi desertasinya yang 12 semester wqwqwq. padahal katanya yang efektif untuk mengerjakannya cuma 3bulan aja yang sisanya karena males-malesan dan nggak konsentrasi ( ini bisa buat pelajaran buat kita loh, khususnya saya sendiri sih yang males-malesan ayo bangkit sedikit. bayangin brrooo ). terus beliau juga cerita masa mudanya waktu sekolah dan kuliah bahwa "ketekunan, kesabarab dan ke rajinanlah yang membuat seseorang itu bisa dilihat berbeda oleh orang-orang yang menilainya. yang maha kuasa sudah memberikan hal yang sama yaitu akal yang sehat dan bersih, sehingga tergantung mau berfikir tetap sehat atau malah berfikir kotor kembali lagi ke pribadi masing-masing. kalau belajar itu yang tekun, membaca jangan 1x atau 2x. tapi mbaca itu ya minimal 5x atau 7x biar ingat sampai illa yaumil qiyamah hihihi. duhh lagi2 saya kena. pernah dia dinasehati professornya waktu presentasi mereview sebuah buku, nahhh yang si bapaknya itu udah mbaca bukunya 5x terus maju dan disalahkan karena ada salah satu kalimat yang salah atau lupa disebutkan dalam reviewnya kemudian beliau berkata pada pak prof.nya " Prof saya itu sudah mbaca 5x prof, saya sudah yakin presentasi saya benar !!" tapi tetap saja disalahkan sama professor pembimbingnya terus professornya ngejawab " lha sampeyan moco nembe 5x, lha kulo niku lho moco sampun 15x mawon kadang sih salah" wqwqwqwqwqwq ( mudeng ga maksud ane gan ) betulll jadi kalau kita baca itu yaa dengan cara IQRO gan... bacalahhh... bukan hanya baca aja,, tapi juga ngepahamii apa yang kita bacaaa. biar ga musproo waktu kita baca.......

Kamis, 07 Agustus 2014

MEMBACA DAN " MENULISLAH"

kalimat "MEMBACA" dan "MENULISLAH" sangat sering sekali kita dengar baik di institusi pendidikan dan di lingkungan, banyak sebagian dari kita yang sangat suka membaca, namun enggan untuk memberikan waktu untuk menulis ulang atau mereview apa yang telah dibacanya. idealnya ketika membaca kita harus bisa menceritakanya, ketika kita tidak berani untuk menceritakanya hanya ada 2 cara yang bisa dilakukan yaitu pertama untuk diam dan menceritakan kepada dirinya sendiri alias self telling, atau pilihan kedua yaitu menuliskanya dalam sebuah cerita atau review tentang apa yang dimiliki dan didapat dari sebuah bacaan atau paper, atau gagasan dari hal-hal yang dia inginkan, karena cara kedua ini memang sangat lebih bagus dan elegant ketika kita tidak bisa dan tidak mempunyai moment untuk mengutarakanya di hadapan umum. maka dengan mulai berfikir dan jangan lupa untuk memulai menulis karena tulisan yang baik bukalnlah tulisan yang kemudian bisa dicetak atau dipublikasikan ke semua masyarakat, tetapi tulisan yang baik adalah tulisan yang bisa merepresentasikan diri kita akan fenomena atau sesuatu yang dirasakan oleh pribadi kita. MAKA MENULISLAH