Senin, 14 Januari 2013

TUGAS AKHIR ANALISIS INFORMASI KEUANGAN PT FAST FOOD INDONESIA Tbk. PERIODE 2008-2010
Disusun Oleh : Fahriza Luthfiandi F0311049 Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta 2012 ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PT FAST FOOD INDONESIA TBK PERIODE 2008-2010 PT. Fastfood Indonesia, Tbk. Didirikan oleh Kelompok Usaha Gelael pada tahun 1978, dan terdaftar sebagai perusahaan publik sejak tahun 1994. Perseroan mengawali usaha warabala dengan pembukaan restoran KFC pertama pada bulan Oktober 1979 di Jalan Melawai, Jakarta. Keberhasilan restoran QSR (Quick Service Restaurant) pertama ini kemudian diikuti dengan pembukaan restoran KFC di kota-kota besar lainnya di Indonesia. Sebagai pemegang hak waralaba tunggal KFC hingga saat ini, Perseroan senantiasa membangun brand KFC dan berbekal keberhasilan Perseroan selama 26 tahun, KFC telah menjadi brand hidangan cepat saji yang paling dominan, dan dikenal luas sebagai jaringan restoran cepat saji di negeri ini. Pada saat ini Perseroan memiliki 237 restoran, termasuk 1 unit mobi catering, di lebih dari 50 kota besar di Indonesia, memperkerjakan sekitar 9.280 karyawan. Bergabungnya Salim Group sebagai pemegang saham utama telah meningkatkan pengembangan Perseroan pada tahun 1990, dan pada tahun 1993 terdaftar sebagai emiten di Bursa Efek Jakarta sebagai langkah untuk semakin mendorong pertumbuhannya. Kepemilikan saham mayoritas pada saat ini adalah 79,6% dengan pendistribusian 43,8% kepada PT Gelael Pratama dari Gelael Group, dan 35,8% kepada PT Megah Eraraharja dari Salim Group; sementara saham minoritas (20,4%) didistribusikan kepada Publik dan Koperasi. Perseroan memperoleh hak waralaba KFC dari Yum! Restaurants International (YRI), sebuah badan usaha milik Yum! Brands Inc., yaitu sebuah perusahaan publik di Amerika Serikat yang juga pemilik waralaba dari empat merek ternama lainnya, yakni Pizza Hut, Taco Bell, A&W, dan Long John Silvers. Lima merek yang bernaung dibawah satu kepemilikan yang sama ini telah memproklamirkan Yum! Group sebagai fast food chain terbesar dan terbaik di dunia dalam memberikan berbagai pilihan restoran ternama, sehingga memastikan kepemimpinannya dalam bisnis multi-branding. Untuk kategori produk daging ayam cepat saji, KFC tak terkalahkan. Produk unggulan Perseroan, Colonel’s Original Recipe dan Hot & Crispy, tetap merupakan ayam goreng paling lezat berdasarkan berbagai survei konsumen di Indonesia. Sebagai produk unggulan lainnya, dalam beberapa tahun ini Perseroan juga menawarkan Colonel Burger, Crispy Strips, Twister, dan yang baru-baru ini diluncurkan, Colonel Yakiniku. Selain produk-produk unggulan ini, KFC juga memenuhi selera lokal dengan menu pilihan lain seperti Perkedel, Nasi, Salad, dan Sup KFC. Untuk memberikan produk bernilai tambah kepada konsumen, berbagai menu kombinasi hemat dan bermutu seperti Super Panas dan KFC Attack terus ditawarkan. Perseroan juga meluncurkan ‘Goceng’, yakni beberapa varian menu seharga Rp. 5.000, untuk semakin menghadirkan penawaran bernilai tambah kepada konsumen dan memberikan sesuatu yang berbeda dari merek KFC. Kinerja Perseroan dalam pertumbuhan penjualan same store menjadikannya salah satu KFC franchise market terbaik di Asia dengan pertumbuhan rata-rata 8,5% pada tahun 2010 dan akan terus mempertahankan posisi ini. Pengembangan merek yang kontinu melalui strategi pemasaran yang inovatif, keunggulan operasional, dan pertumbuhan dua digit yang konsisten dalam penjualan dan pengembangan restoran, telah menganugrahi Perseroan berbagai penghargaan dari Asia Franchise Business Unit dari Yum! Restaurants International. Perseroan berkomitmen tinggi untuk mempertahankan visi kepemimpinan dalam industri restoran cepat saji, dengan terus memberikan kepuasan ‘Yum!’ di wajah konsumen. Dukungan dari para pemegang saham, keahlian manajemen yang terbina baik, dedikasi dan loyalitas karyawan, dan yang terpenting adalah kontinuitas kunjungan konsumen, memastikan Perseroan dapat mencapai visi ini. Perseroan percaya bahwa dengan menciptakan dan mengembangkan budaya yang mendalam dan kuat dimana setiap karyawan memberikan perbedaan, menghidupkan ‘Customer and Sales Mania’ di restoran-restoran KFC, memberikan perbedaan merek KFC yang sangat kompetitif, menjalin kesinambungan proses dan hubungan antar karyawan, dan meraih hasil-hasil yang konsisten, akan secara pasti membangun KFC bukan saja menjadi merek yang paling digemari di Indonesia, juga KFC sebagai sebuah perusahaan yang hebat. PT FAST FOOD INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN B. Analisis Laporan Keuangan Komparatif NERACA KOMPARATIF 31 Desember 2008-2010 ASET 2010 2009 2008 PERUBAHAN (%) Aset Lancar Dalam Rupiah 2010 2009 Kas dan setara kas 374.207.101 374.432.253 211.498.305 -0,06 77,04 Piutang 13.881.251 7.505.630 6.343.536 84,94 18,32 Piutang pihak yang mempunyai hubungan istimewa 26.920.516 15.331.451 13.059.915 75,59 17,39 Persediaan 117.652.784 95.221.572 85.894.955 23,56 10,86 Aset lancar dan lainnya 7.766.584 5.335.503 10.786.127 45,56 -50,53 Jumlah aset lancar 558.177.333 508.641.442 314.519.923 9,74 61,72 Aset Tidak Lancar Aset tetap-setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 177,207,945 pada tahun 2009 (2008: Rp 151,542,942) 220.934.520 187.610.617 166.690.320 17,76 12,55 Biaya renovasi bangunan sewa-bersih 220.934.520 166.431.861 126.344.657 32,75 31,73 Sewa jangka panjang dibayar di muka – bersih 96.097.058 90.801.414 84.024.564 5,83 8,07 Biaya yang tidak ditangguhkan – bersih 49.124.644 46.313.422 44.436.427 6,07 4,22 Aset tidak lancar lainnya 73.343.006 41.610.078 35.683.009 76,26 16,61 jumlah aset tidak lancar 677.865.711 532.767.392 470.238.892 27,23 13,30 JUMLAH ASET 1.236.043.044 1.041.408.834 784.758.815 18,69 32,70 KEWAJIBAN DAN EKUITAS Kewajiban Lancar Hutang bank jangka pendek 1.079.829 3.601.077 4.514.828 -70,01 -20,24 Hutang usaha Pihak ketiga 101.194.228 107.640.229 94.036.479 -5,99 14,47 Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 26.715.338 26.041.525 14.575.724 2,59 78,66 Hutang lain-lain Pihak ketiga 83.210.716 56.169.662 34.553.556 48,14 62,56 Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 3.779.556 13.675.127 6.083.839 -72,36 124,78 Hutang pajak 48.906.770 58.406.900 36.891.682 -16,27 58,32 Biaya masih harus dibayar 43.113.671 38.351.009 30.675.943 12,42 25,02 Uang muka yang diteima 14.676.165 15.166.639 15.845.157 -3,23 -4,28 Kewajiban sewa pembiayaan jatuh tempo dalam waktu satu tahun 1.469.086 1.236.731 1.142.952 18,79 8,20 Kewajiban lancar lainnya 2.621.394 488.825 436,26 Jumlah kewajiban lancar 326.766.753 320.777.724 238.320.170 1,87 34,60 Kewajiban Tidak Lancar Kewajiban sewa pembiayaan setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun 2.033.918 1.254.152 762.058 62,17 64,57 Kewajiban pajak tangguhan bersih 35.293.436 29.614.802 26.249.347 19,17 12,82 Kewajiban imbal kerja 69.781.935 50.382.812 36.882.042 38,50 36,61 Kewajiban tidak lancar lainnya 503.043 273.812 83,72 Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 107.612.332 81.525.578 63.893.447 32,00 27,60 Jumlah Kewajiban 434.379.085 402.303.302 302.213.627 7,97 33,12 EKUITAS Modal saham-nilai nominal Rp 100 (angka penuh) per saham Modal dasar – 600.000.000 saham Modal ditempatkan dan disteor penuh-446.250.000 saham 44.625.000 44.625.000 44.625.000 0,00 0,00 Saldo Laba Cadangan Umum 44.625.000 5.221.693 3.969.013 754,61 31,56 Beban ditentukan penggunanya 749.997.300 589.258.839 433.951.185 27,28 35,79 Jumalah Ekuitas 801.663.959 639.105.532 482.545.198 25,44 32,44 JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 1.236.043.044 1.041.408.834 784.754.815 18,69 32,70 Laporan keuangan komparatif dilakukan dengan cara membandingkan dan menelaah neraca, laporan laba rugi, dan arus kas yang berurutan dari periode ke periode. Pada Analisis PT Fast Food Indonesia, neraca dan laporan laba rugi yang dibandingkan adalah periode yang berakhir pada tahun 2008 dan 2010. Analisis ini meliputi penelaahan perubahan saldo tiap-tiap akun dari tahun ke tahun atau selama beberapa tahun. Informasi terpenting yang didapat dari analisis laporan keuangan komparatif adalah kecenderungan atau tren. Berdasarkan neraca komparatif di atas, bisa dilihat bahwa terjadi peningktan jumlah setipa pos-pos besar di neraca, mulai dari jumlah asset lancar, jumlah aset tetap, jumlah kewajiban, dan jumlah ekuitas. Peningkatan jumlah aset lancar sebesar 57%, peningkatan ini disebabkan oleh penigkatan jumlah kas dan setara kas yang signifikan yaitu sebesar 77%, selain itu peningkatan juga terlihat pada jumlah piutang dan persediaan, yang membedakan adalah peningkatan jumlah piutang dan persediaan tidak dibarengi dengan peningkatan proporsi keduanya terhadap jumlah aktiva. Hal ini menandakan bahwa perusahaan pada tahun 2010 lebih banyak memiliki jumlah kas dan setara kas. Sedangkan jumlah piutang dan persediaan relatif lebih kecil dibandingkan dengan jumlah kas dan setara kas. Peningkatan juga terjadi pada jumlah aset tidak lancar yaitu sebesar 17%. Peningkatan jumlah aset tidak lancar ini secara otomatis membuat jumlah aset perusahaan meningkat sebesar pada 33% pada tahun 2009. Peningkatan jumlah aset tetap tertinggi terjadi pada pos biaya renovasi bangunan sewa bersih yaitu sebesar 32%. Tetapi bila dibandingkan dengan piutag jangka panjang perusahaan, biaya renovasi ini mempunyai prporsi lebih rendah terhadap jumlah aktiva. Perusahan pada tahun 2009 lebih banyak memilki aset yang likuid, hal ini secara otomatis biaya investasi perusahaan lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2008. Pada sisi pasiva, jumlah kewajiban dan ekuitas hampir mengalami peningkatan yang sama. Secara berturut-turut, peningkatan kewajiban dan ekuitas adalah 33% dan 32%, dan secara keseluruhan jumlah kewajiban dan ekuitas meningkat sebesar 33%. Pada bagian kewajiban lancar, hutang pendek perusahaan meningkat secara signifikan, yaitu pada pos hutang usaha pada pihak yang mempunyai hubungan istimewa, yaitu meningkat sebesar 58% dan juga pada hutang lain-lain pada phak ke tiga sebesar 63% dan pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebesar 125%. Perusahaan lebih banyak melakukan pinjaman kepada pihak lain selian bank, hal ini terlihat pada penurunan jumlah pinjaman jangka pendek perusahaan pada bank sebesar 20%. Peningkatan berbagai jumlah hutang ini, mengindikasikan bahwa perusahaan sedang berusaha meningkatkan jumlah modal dari asing, sehingga jumlah kas yang dimiliki oleh perusahaan semkain meningkat. Terlebih lagi, pada bagian kewajiban lacar dan kewajiban tidak lancar, perusahaan menambahkan satu pos baru di masing-masing bagian. Pada bagin ekuitas, peningkatan terjadi sebesar 33%. Biaya yang telah ditentukan penggunaanya meningkat sebesar 36%, hal ini disebabkan berdasrkan RUPS, dividen per saham dinaikan menjadi Rp 57. PT FAST FOOD INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN LABA RUGI KOMPARATIF 31 Desember 2008-2010 KETERANGAN 2010 2009 2008 PERUBAHAN (%) 2010 2009 Penjualan 2.913.604.568 2.454.359.779 2.022.633.479 18,71 21,34 Beban Pokok Penjualan -1.273.156.720 -986.532.175 -781.627.389 29,05 26,22 Laba Kotor 1.640.447.848 1.467.827.604 1.241.006.090 11,76 18,28 Beban Usaha Penjualan dan Pemasaran 1.201.503.132 1.032.411.337 919.695.525 16,38 12,26 Umum dan Administrasi 235.389.869 210.283.446 180.611.717 11,94 16,43 Jumlah Beban Usaha -1.436.893.001 -1.242.694.783 -1.100.307.242 15,63 12,94 Laba Usaha 203.554.847 225.132.821 140.698.848 -9,58 60,01 Pendapatan/(Beban) lain-lain Pendapatan Bunga 14.175.681 13.083.420 8.447.610 8,35 54,88 Insentif Sehubungan Dengan Perjanjian Pemasokan 16.758.161 619.437 7.563.063 2605,39 -91,81 Laba/(Rugi) Kurs Bersih 190.330 -1.820.298 -1.811.210 -110,46 0,50 Beban Bunga -251.647 -603.746 -441.997 -58,32 36,60 Lain-Lain Bersih 10.240.971 10.736.316 9.824.888 -4,61 9,28 Pendapatan Lain-Lain Bersih 58.034.965 22.015.129 27.204.774 163,61 -19,08 Laba Sebelum Beban Pajak Penghasilan 261.589.812 247.147.950 167.903.622 5,84 47,20 Beban Pajak Penghasilan Tahun Berjalan 56.314.001 61.785.911 39.753.497 -8,86 55,42 Tangguhan-Bersih 5.678.634 3.365.455 2.882.137 68,73 16,77 Jumlah Beban Pajak Penghasilan 61.992.635 65.151.366 42.635.643 -4,85 52,81 Laba Bersih 199.597.177 181.996.584 125.267.988 9,67 45,29 Berdasarkan laporan laba rugi komparatif di atas, laba bersih perusahaan meningkat sebesar 45%, begitupun dengan laba bersih per saham. Peningkatan laba ini disebakan oleh jumlah penjualan sebesar 21%. Sumber pemasukan perusahaan yang lain yang menyebabkan meningkatkannya laba bersih adalah pendapatan bunga, pendapatan bunga meningkat secara signifikan pada tahun 2010 sebesar 8,35%. Sebelumnya, laba operasi perusahaan naik pada tahun 2009 naik secara signifikan sebesar 60%, hal ini menyebabkan bertambahnya beban-beban yng harus ditanggung oleh perusahaan, yang paling signifikan adalah naiknya beban pajak penghasilan yang meningkat sebesar 53%, hal inilah yang menjadi salah satu sebab adanya selisih yang cukup besar antara laba operasi dengan laba bersih. Turunnya intensif yang didapat dari perusahaan dari pemasok mengalami penurunan yang sangat signifikan , yaitu sebesar 92%. Walaupun berdasarkan laporan yang berada di neraca jumlah persediaan mengalami kenaikan dari tahun 2008 ke 2009, tetapi proporsinya terhadap jumlah aktiva relatif lebih kecil, hal inilah yang menyebabkan jumlah intensif perushaan yang bisa menjadi tambahan pendapatan bagi perusahaan menurun. Terlebih lagi, pada tahun 2009, perusahaan lebih cenderung membiarkan hartanya pada posisi yang likuid, yang ditandai dengan meningkatnya jumlah kas dan setara kas, jadi, walaupun jumlah penjualan mengalami peningkatan, perusahaan tidak berkeinginan untuk menambah pasokan. Beban lain yang ditanggung perusahaan adalah beban bunga, beban bunga mengalami peningkatan sejumhlah 37% yang disebabkan oleh bertambahnya hutang yang dimilki oleh perusahaan. PT FAST FOOD INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA COMMON SIZE 31 Desember 2008-2010 ASET 2010 2009 2008 PERUBAHAN (%) Aset Lancar Dalam Rupiah 2010 2009 2008 Kas dan setara kas 374.207.101 374.432.253 211.498.305 30,27 35,95 26,95 Piutang 13.881.251 7.505.630 6.343.536 1,12 0,72 0,81 Piutang pihak yang mempunyai hubungan istimewa 26.920.516 15.331.451 13.059.915 2,18 1,47 1,66 Persediaan 117.652.784 95.221.572 85.894.955 9,52 9,14 10,95 Aset lancar dan lainnya 7.766.584 5.335.503 10.786.127 0,63 1,04 1,37 Jumlah aset lancar 558.177.333 508.641.442 314.519.923 45,16 48,84 40,08 Aset Tidak Lancar Aset tetap-setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 177,207,945 pada tahun 2009 (2008: Rp 151,542,942) 220.934.520 187.610.617 166.690.320 17,87 18,02 21,24 Biaya renovasi bangunan sewa-bersih 220.934.520 166.431.861 126.344.657 17,87 15,98 16,10 Sewa jangka panjang dibayar di muka – bersih 96.097.058 90.801.414 84.024.564 7,77 8,72 10,71 Biaya yang tidak ditangguhkan – bersih 49.124.644 46.313.422 44.436.427 3,97 4,45 5,66 Aset tidak lancar lainnya 73.343.006 41.610.078 35.683.009 5,93 4,00 4,55 jumlah aset tidak lancar 677.865.711 532.767.392 470.238.892 54,84 51,16 59,92 JUMLAH ASET 1.236.043.044 1.041.408.834 784.758.815 100,00 100,00 100,00 KEWAJIBAN DAN EKUITAS Kewajiban Lancar Hutang bank jangka pendek 1.079.829 3.601.077 4.514.828 0,09 0,35 0,58 Hutang usaha Pihak ketiga 101.194.228 107.640.229 94.036.479 8,19 10,34 11,98 Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 26.715.338 26.041.525 14.575.724 2,16 2,50 1,86 Hutang lain-lain Pihak ketiga 83.210.716 56.169.662 34.553.556 6,73 5,39 4,40 Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 3.779.556 13.675.127 6.083.839 0,31 1,31 0,78 Hutang pajak 48.906.770 58.406.900 36.891.682 3,96 5,61 4,70 Biaya masih harus dibayar 43.113.671 38.351.009 30.675.943 3,49 3,68 3,91 Uang muka yang diteima 14.676.165 15.166.639 15.845.157 1,19 1,46 2,02 Kewajiban sewa pembiayaan jatuh tempo dalam waktu satu tahun 1.469.086 1.236.731 1.142.952 0,12 0,12 0,15 Kewajiban lancar lainnya 2.621.394 488.825 0,21 0,05 0,00 Jumlah kewajiban lancar 326.766.753 320.777.724 238.320.170 26,44 30,80 30,37 Kewajiban Tidak Lancar Kewajiban sewa pembiayaan setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun 2.033.918 1.254.152 762.058 0,16 0,12 0,10 Kewajiban pajak tangguhan bersih 35.293.436 29.614.802 26.249.347 2,86 2,84 3,34 Kewajiban imbal kerja 69.781.935 50.382.812 36.882.042 5,65 4,84 4,70 Kewajiban tidak lancar lainnya 503.043 273.812 0,04 0,03 0,00 Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 107.612.332 81.525.578 63.893.447 8,71 7,83 8,14 Jumlah Kewajiban 434.379.085 402.303.302 302.213.627 35,14 38,63 38,51 EKUITAS Modal saham-nilai nominal Rp 100 (angka penuh) per saham Modal dasar – 600.000.000 saham Modal ditempatkan dan disteor penuh-446.250.000 saham 44.625.000 44.625.000 44.625.000 3,61 4,29 5,69 Saldo Laba Cadangan Umum 44.625.000 5.221.693 3.969.013 3,61 0,50 0,51 Beban ditentukan penggunanya 749.997.300 589.258.839 433.951.185 60,68 56,58 55,30 Jumalah Ekuitas 801.663.959 639.105.532 482.545.198 64,86 61,37 61,49 JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 1.236.043.044 1.041.408.834 784.754.815 100,00 100,00 100,00 Common size dalam laporan keuangan berarti bahwa aktiva dan jumlah ekuitas serta kewajiban sebagai 100%, sedangkan pos-pos lain dalam kelompok ini dinyatakan sebagai presentase terhadap total dari kelompok bersangkutan yaitu jumlah aktiva dan jumlah ekuitas dan kewajiban. Neraca common size ini bisa digunakan sebagai salah satu cara untuk melihat kinerja dari perusahaan. Berdasarkan neraca common size di atas, bisa dilihat bahawa tidak ada perubahan yang siginifkan baik dari asset dan kewajiban serta modal.Untuk pos-pos utama yaitu jumlah aktiva lancar terjadi kenaikan dari tahun 2008 ke 2009 sekita 7%. Berlawanan dengan jumlah aktiva lancar, proporsi jumlah aktiva tetap justru mengalami penurunan juga sekitar 7% dari tahun yang sama. Sebab kenaikan proporsi aktiva lancar pada tahun 2009 adalah naiknya proporsi kas dan setara kas yang masuk ke perusahaan sebesar 9%, hal ini tentu juga dibarengi turunnya proporsi piutang dan persediaan pada tahun yang sama. Kemampuan perusahaann dalam melakukan penagihan piutang dan mengurangi jumhlah persediaan menyebabkan jumlah aliran cash inflow yang masuk ke perusahaan cukup besar. Aset tidal lancar mengalmai penurunan sekitar 7%, hal ini bisa disimpulkan bahwa perusahaan menguarangi proporsi biaya untuk investasi pada tahun 2009. Ini terlihat dari turunnya semua proporsi investasi, mulai dari jumlah aktiva tetap yang terdiri dari tanah, bangunan, mesin dan peralatan, serta kendaraan bermotor turun sebesar 3,22%. Biaya yang digunakan untuk renovasi bangunan dan biaya sewa jangka panjang dari penyewaan juga turun sekitar 1-2%. Hanya proporsi jumlah piutang jangka panjang yang mengalami kenaiakan pada aset tidak lancar. Hal ini semakin menujukan bahwa perusahaan benar-bernar sedang mengurangi proporsi biaya investasi dan berfokus untuk menghasilkan cash inflow yang besar pada perushaan. Turunnya biaya investasi perusahaan juga dipengaruhi oleh kondisi iklim investasi nasional yang sbelum stabil, dan juga dibarengi melemahnya nilai tukar rupiah serta disisi lain perusahaan juga ingin melakukan ekspansi pada tahun yang akan datang menunggu iklim investasi membaik. Proporsi pada sisi pasiva yaitu kewajiban dan ekuitas relatif stabil. Perubahan proporsi pada pos-pos ini hanya sekitar 0,01% hingga 1%. Pos-pos utama seperi jumlah kewajiban lancar hanya mengalami peningkatan sekitar 0,03% sedangkan jumllah kewajiban tidak lancar meningkat sebesar 0,12%. Perushaan menambah modal asing yang berasil dari hutang jangka pendek maupun hutang jangka panjang, hal ini terlihat pada meningkatnya presentase pada pos-pos di bagian kewajiban lancar dan kewajiban tidak lancar rata-rata sebesar 0,03%, bahkan perusahaan menambah satu pos baru masing-masing di kewajiban lancar dan kewajiban tidak lancar. Perusahaan menambah aliran kas masuk ke perusahaan berkaitan erat dengan rencana ekspansi peruhaan pada tahun yang akandatang, hal ini dikaitkan dengan semakin banyaknya perusahaan sejenis di Indonesia. Pada bagian ekuitas, presentase proporsi menurun sebesar 0,12% pada tahun 2009. Walaupun nominal saham tetap, tetapi mengalami penurunan proporsi pada tahun 2009 dalam kondisi jumlah ekuitas yang lebih besar dari tahun 2008. Pos yang mengalami keniakan pada tahun 2009 adalah biaya yang telah ditentukan penggunaannya, hal ini disebabkan karena pada RUPS menentukan untuk menaikan dividen tunai per saham menjadi sebesar Rp 57. PT FAST FOOD INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN LABA RUGI COMMON SIZE 31 Desember 2008-2010 KETERANGAN 2010 2009 2008 PERUBAHAN (%) 2010 2009 2008 Penjualan 2.913.604.568 2.454.359.779 2.022.633.479 100 100 100 Beban Pokok Penjualan -1.273.156.720 -986.532.175 -781.627.389 -43,70 -40,20 -38,64 Laba Kotor 1.640.447.848 1.467.827.604 1.241.006.090 56,30 59,80 61,36 Beban Usaha Penjualan dan Pemasaran 1.201.503.132 1.032.411.337 919.695.525 41,24 42,06 45,47 Umum dan Administrasi 235.389.869 210.283.446 180.611.717 8,08 8,57 8,93 Jumlah Beban Usaha -1.436.893.001 -1.242.694.783 -1.100.307.242 -49,32 -50,63 -54,40 Laba Usaha 203.554.847 225.132.821 140.698.848 6,99 9,17 6,96 Pendapatan/(Beban) lain-lain Pendapatan Bunga 14.175.681 13.083.420 8.447.610 0,49 0,53 0,42 Insentif Sehubungan Dengan Perjanjian Pemasokan 16.758.161 619.437 7.563.063 0,58 0,03 0,37 Laba/(Rugi) Kurs Bersih 190.330 -1.820.298 -1.811.210 0,01 -0,07 -0,09 Beban Bunga -251.647 -603.746 -441.997 -0,01 -0,02 -0,02 Lain-Lain Bersih 10.240.971 10.736.316 9.824.888 0,35 0,44 0,49 Pendapatan Lain-Lain Bersih 58.034.965 22.015.129 27.204.774 1,99 0,90 1,35 Laba Sebelum Beban Pajak Penghasilan 261.589.812 247.147.950 167.903.622 8,98 10,07 8,30 Beban Pajak Penghasilan Tahun Berjalan 56.314.001 61.785.911 39.753.497 1,93 2,52 1,97 Tangguhan-Bersih 5.678.634 3.365.455 2.882.137 0,19 0,14 0,14 Jumlah Beban Pajak Penghasilan 61.992.635 65.151.366 42.635.643 2,13 2,65 2,11 Laba Bersih 199.597.177 181.996.584 125.267.988 6,85 7,42 6,19 Pada laporan laba rugi komparatif, laba bersihtan perusahaan mengalami peningkatan proporsi sebesar 1,22%. Naiknya laba bersih ini tentu disebabkan oleh naiknya penjualan dari tahun 2008 ke tahun 2010. Biaya pokok penjualan juga mengalami kenaikan sebesar 1,56%, naiknya biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead merupakan penyebab naiknya biaya pokok penjualan ini. Dampak lain dengan meningkatbya penualan adalah, naiknya proporsi biaya pajak penghasilan perushaan, yaitu sebsesar 0,54%. Terjadi penrunan proporsi pada pos pendapatan beban lain-lain sebesar 0,45%. Berbagai kebijakan yang dilakukan oleh perusahaan menybabkan turunnya proporsi terhadap penjualan di pos ini, kebijakan dengan pemasok misalnya, yang menyebabkan intensif yang diterima perusahaan menmurun sebesar 0,34%. D. Analisis Rasio Analisis Kredit Likuiditas rasio lancar= (aktiva lancar)/(kewajiban lancar) 2009 rasio lancar= ( 493,309,991)/320,777,724=1,54 2008 rasio lancar= 314,519,923/(238,320,170 )=1,32 rasio cepat= (kas+setara kas+surat berharga+piutang usaha)/(kewajiban lancar) 2009 rasio cepat= (374,432,253+ 7,505,630)/320,777,724=1,19 2008 rasio cepat= ( 211,495,305+6,343,536 )/238,320,170=0,91 periode penagihan= (piutang rata-rata)/(penjualan÷360) 2009 periode penagihan= (( 7,505,630+6,343,536)÷2)/(2,454,359,779 ÷360)=1,01 2008 periode penagihan= ((6,343,536+6,343,536)÷2)/(2,022,633,479÷360)=1,12 jumlah hari untuk menjual persediaan= (persediaan rata-rata)/(harga pokok penjualan ÷360) 2009 jumlah hari untuk menjual persediaan= ( (95,221,572+ 85,894,955 ):2 )/(986,532,175 ÷360)=33,04 2008 jumlah hari untuk menjual persediaan= (85,894,955+54,234,660);2)/(781,627,389 ÷360)=32,27 Struktur modal dan solvabilitas total utang terhadap ekuitas= (total kewajiban)/(ekuitas pemegang saham) 2009 total utang terhadap ekuitas= (402,303,302 )/(639,105,532 )=0,63 2008 total utang terhadap ekuitas= (302,213,617 )/(482,545,198 )=0,63 utang jangka panjang terhadap ekuitas= (kewajiban jangka panjang)/(ekuitas pemegang saham) 2009 utang jangka panjang terhadap ekuitas= (81,525,578 )/( 639,105,532)=0,13 2008 utang jangka panjang terhadap ekuitas= (63,893,447 )/482,545,198=0,13 kelipatan bunga dihasilkan= (laba sebelum pajak dan beban bunga)/(beban bunga) 2009 kelipatan bunga dihasilkan= (225,132,821)/603,746=372,89 2008 kelipatan bunga dihasilkan= (140,698,848)/441,997=318,33 Analisis Profitabilitas Tingkat pengembalian atas investasi tingkat pengembalian atas aktiva= (laba bersih+beban bunga+(1-tarif pajak))/(rata-rata total aktiva) 2009 tingkat pengembalian atas aktiva= ( 181,996,584 +603,746+(1-0,28))/( (1,041,408,834+784,758,815):2)=0,20 2008 tingkat pengembalian atas aktiva= (125,267,988+441,997+(1-0,30))/((784,758,815+629,491106):2)=0,18 tingkat pengembalian atas ekuitas biasa= (laba bersih)/(rata-rata ekuitas pemegang saham) 2009 tingkat pengembalian atas ekuitas biasa= (181,996,584)/(( 639,105,532 + 482,545,198 ):2)=0,32 2008 tingkat pengembalian atas ekuitas biasa= (125,267,988)/( (482,545,198+377358460):2)=0,29 Kinerja operasi margin laba kotor = (penjualan-harga pokok penjualan)/penjualan 2009 margin laba kotor = (2,454,359,779 -986,532,175)/2,454,359,779=0,60 2008 margin laba kotor = (2,022,633,479-781,627,389)/2,022,633,479=0,61 margin laba operasi= (laba operasi)/penjualan 2009 margin laba operasi= 225,132,821/(2,454,359,779 )=0,1 2008 margin laba operasi= 140,698,848/2,022,633,479=0,07 margin laba sebelum pajak= (laba sebelum pajak penghasilan)/penjualan 2009 margin laba sebelum pajak= 247,147,950/2,454,359,779=0,1 2008 margin laba sebelum pajak= (167,903,622 )/2,022,633,479=0,08 margin laba bersih= (laba bersih)/penjualan 2009 margin laba bersih= (181,996,584 )/2,454,359,779=0,07 2008 margin laba bersih= (125,267,988)/2,022,633,479=0,06 Pemanfaatan aktiva perputaran kas= penjualan/(rata-rata kas dan setara kas) 2009 perputaran kas= (2,454,359,779 )/((374,432,253+211,495,305 ):2)=8,78 2008 perputaran kas= 2,022,633,479/((211,495,305+178,835,763):2)=10,36 perputaran piutang usaha= penjualan/(rata-rata piutang usaha) 2009 perputaran piutang usaha= (2,454,359,779 )/((7,505,630+6,343,536 );2)=354,44 2008 perputaran piutang usaha= 2,022,633,479/((6,343,536+6239448):2)=321,49 penjualan terhadap persediaan= penjualan/(rata-rata persediaan) 2009 penjualan terhadap persediaan= (2,454,359,779 )/(95,221,572+85,894,955);2)=27,1 2008 penjualan terhadap persediaan= 2,022,633,479/((85,894,955+54,234,660):2)=28,87 perputaran modal kerja= penjualan/(rata-rata modal kerja) 2009 perputaran modal kerja= (2,454,359,779 )/( (493,309,991+314,519,923):2 )=6,08 2008 perputaran modal kerja= 2,022,633,479/((314,519,923+240825199):2)=7,28 perputaran aktiva tetap= penjualan/(rata-rata aktiva tetap) 2009 perputaran aktiva tetap= (2,454,359,779 )/( 548,098,843+470,238,892)=4,82 2008 perputaran aktiva tetap= 2,022,633,479/((470,238,892+388,665,907):2)=4,71 perputaran total aktiva= penjualan/(rata-rata total aktiva) 2009 perputaran total aktiva= (2,454,359,779 )/( (1,041,408,834+784,758,815):2)=2,69 2008 perputaran total aktiva= 2,022,633,479/((784,758,815+629,491,106):2)=2,86 Penilaian Ukuran pasar saham beredar= (laba bersih)/(laba bersih per saham) 2009 2008 (laba bersih)/(laba bersih per saham) (181,996,584,000 )/408=446070058 (laba bersih)/(laba bersih per saham) (125,267,988,000)/(281 )=445793552 harga saham per lembar= (modal saham+tambahan modal disetor)/(saham beredar) 2009 2008 44,625,000,000/446070058=100,04 44,625,000,000/445793552=100,1 rasio terhadap laba= (harga pasar per lembar saham)/(laba per saham) 2009 rasio terhadap laba= 100,04/408=0,25 2008 rasio terhadap laba= 100,1/281=0,37 imbal hasil laba= (laba per saham)/(harga pasar per lembar saham) 2009 imbal hasil laba= 408/100,04=4,09 2008 imbal hasil laba= 281/100,1=2,81 imbal hasil deviden= (dividen tunai per saham)/(harga pasar per lembar saham) 2009 imbal hasil deviden= 57/100,04=0,57 2008 imbal hasil deviden= 45/100,1=0,45 tingkat pembayaran deviden= (dividen tunai per saham)/(laba per saham) 2009 tingkat pembayaran deviden= 57/408=0,14 2008 tingkat pembayaran deviden= 45/281=0,16 Analisis Rasio Analisis yang banyak digunakan adalah analisis rasio dari laporan keuangan perusahaan. Analisis Kredit Rasio likuidasi Mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek sesuai waktu yang ditentukan. Rasio lancar Rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya (kewajiban lancar) dengan aktiva dalam periode yang sama dengan jatuh tempo utang (aktiva lancar). Berdasarkan perhitungan rasio lancar pada tahun 2009 dan 2008 diatas dapat diberikan penjelasan. Rasio Lancar pada tahun 2009 sebesar 1,54 yang berarti setiap Rp 1,- kewajiban lancar dipenuhi oleh aktiva lancar sebesar Rp 1.540. Rasio lancar pada tahun 2008 sebesar 1,32. Rasio lancar naik sebesar 0,22 dari tahun 2008. Berarti setiap Rp 1,- kewajiban lancar dipenuhi oleh aktiva lancar sebesar Rp 1.320. Berdasarkan hasil analisa rasio lancar yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa perusahaan mampu untuk membayar semua kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancarnya. Dan dari tahun 2008 ke 2009 mengalami peningkatan. Kenaikan ini menunjukkan kemampuan Perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya semakin baik. Rasio cepat Merupakan alat ukur/ menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar hutang yang harus segera dipenuhi dengan aktiva lancar yang lebih likuid. Rasio cepat perusahaan yang mengalami penurunan meskipun tidak begitu signifikan. Rasio cepat sebesar 1,19 pada tahun 2009 dan 0,91pada tahun 2008 atau mengalami peningkatan 0,28. Rasio cepat tahun 2009 memenuhi kondisi normal rasio cepat yaitu sebesar 1. Periode penagihan Periode penagihan pada tahun 2009 1,01 hari. Sedangkan pada tahun2008 1,12 hari. Periode panagihan mengalami penurunan, walaupun tidak signifikan, tetapi hal ini berimabs baiak pada perusahaan. Jumlah hari untuk menjual persediaan Jumlah hari untuk menjual persediaan perusahaan mengalami peningkatan. Pada tahun 2009 perusahaan bisa menjual persediaan dalam 372,89 hari. Tetapi pada tahun 2008 waktu yang diperlukan lebih lama yaitu 318,33 hari. Sebaiknya segera ditanggulangi agar penjualan persediaan lancar, banyaknya hari yang diperlukan disebabkan oleh banyaknya persediaan yang dimiliki oleh perusahaan. Struktur modal dan solvabilitas Total utang terhadap ekuitas Total utang terhadap ekuitas tidak mengalami perubahan dari tahun 2008 ke tahun 2009, yaitu sebesar 0,63 Total utang Utang jangka panjang terhadap ekuitas Rasio utang jangka panjang tidak mengalami kenaikan yaitu sebesar 0,13. Angak ini masih memposisikan perusahaan pada kondisi aman, karena ankanya berada dibawah total utang terhadap ekuitas. Kelipatan bunga dihasilkan Kelipatan beban bunga yang dihasilkan perusahaan meningkat 54,56%. Dari tahun 2008 318,33% dan pada tahun 2009 sebesar 372,89%. Analisis Profitabilitas Tingkat pengembalian atas investasi tingkat pengembalian atas aktiva ( Return On Assets – ROA) ROA menunjukkan tingkat penggunaan aktiva dalam mencapai tujuan perusahaan. ROA mengalami peningkatan sebesar 0,002 (0,2%) tingkat pengembalian atas ekuitas biasa (Return On Common Equity – ROE) ROE mengalami peningkatan 0,03 (3%). Pengaruh ekuitas biasa terhadap laba mengalami peningjatan 3%. kinerja operasi Margin laba operasi Rasio margin laba operasi atau usaha adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba setelah beban operasi/usaha dan harga pokok penjualan dalam hubungannya dengan penjualan yang dilakukan perusahaan. Rasio margin laba usaha pada tahun 2009 sebesar 0,60 (60%) yang berarti bahwa setiap penjualan yang dilakukan akan menghasilkan keuntungan sebesar Rp 0,60. Rasio margin laba usaha pada tahun 2008 sebesar 0,61 (61%) yang berarti bahwa setiap penjualan yang dilakukan akan menghasilkan keuntungan sebesar Rp 0,61. Terjadi penurunan 0,01% pada kemempuan perusahaan dalam menghasilkan laba setelah beban operasi dan HPP. Margin laba kotor Rasio margin laba kotor adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam meminimalisasi harga pokok penjualan dalam hubungannya dengan penjualan yang dilakukan perusahaan. Rasio margin laba kotor pada tahun 2009 sebesar 0,1 (10%) yang berarti bahwa setiap penjualan yang dilakukan akan menghasilkan keuntungan kotor sebesar Rp 0,1. Rasio margin laba kotor pada tahun 2008 sebesar 0,07 (7%) yang berarti bahwa setiap penjualan yang dilakukan akan menghasilkan keuntungan kotor sebesar Rp 0,1. Rasio margin laba kotor pada tahun 2009 mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2008 yaitu sebesar 0,03 (3%). Margin laba sebelum pajak Margin laba sebelum pajak menunjukkan tingkat laba sebelum pajak yang dihasilkan dari penjuaan perusahaan. Margin laba sebelum pajak mengalami peningkatan 0.02 atau 2 % dari tahuan 2008 yang tadinya 0,08 menjadi 0,1. Margin laba bersih Margin laba bersih dapat digunakan untuk mengatahui tingkat laba bersih yang dihasilkan dari penjualan yang dilakukan perusahaan. Margin laba bersih mengalami peningkatan dari 6% menjadi 7% atau sebesar 1%. Kenaikan ini disebabkan karena kenaikan beban tidak sebasar kenaikan penjulan.sehingga laba bersih juga meningkat. Pemanfaatan aktiva Perputaran kas Perputaran kas menunjukkan berapa kali perputaran kas dari total penjualan. perputaran kas di perusahaan cukup cepat. Perputaran kas dari tahun 2008 ke tahun 2009 mengalami penurunan 1,58 Perputaran piutang usaha Perputaran piutang mengalami peningkatan 32,95. Pada tahun 2009 perputaran piutang usaha sebesar 354,44. Tahun 2008 sebesar 321,49. Penjualan terhadap persediaan Dalam menjuala persediaan perusahaan mengalami penurunan sebesar 1,77 menjadi lebih buruk dari tahun sebelumya. Dapat dilihat dari perhitungan perputaran penjualan terhadap persediaan. Yaitu 28,87 meningkat menjadi 27,1. Perputaran aktiva modal kerja Perputaran modal kerja mengalami penuruanan dari tahun 2008 ke tahun 2009 sebesar 1,2. Perputaran aktiva tetap Perputaran aktiva tetap mrngalami peningkatan 0,11 dari tahun 2008. Ini berarti pemanfaatan aktiva tetap untuk mencapai tujuan perusahaan lebih besar walaupun tidak signifikan Perputaran total aktiva Perputaran total aktiva dapat digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam memaksimalkan keseluruhan aset/ aktiva yang dimiliki perusahaan untuk menghasilkan penjualan yang maksismal/ diinginkan. Dari hasil perhitungan dapat diketahui perputaran total aktiva tahun 2009 sebesar 2,69 dan 2,86 pada tahun 2008. Dengan adanya penurunan ini perusahaan sebaiknya melakukan peningkatan pada penjualan dengan memaksimalkan total aktiva. Penilaian Ukuran pasar Rasio terhadap laba Rasio terhadap laba menurun 0,12 atau pada tahun 2008 sebesar 0,37 sedangkan pada tahun 2009 sebesar 0,25. Hal ini desebabkan laba per saham meningkat. Tetapi harga pasar per lembar saham turun. Imbalan hasil laba Imbalan hasil laba meningkat 1,28 pada tahun 2009. Peningkatan ini disebabkan karena laba per lembar saham mengalami peningkatan. Imbalan hasil deviden Imbalan hasil deviden meningkat 0,06 dari tahun 2008 ke 2009. Hal ini desebabkan dividen per lembar saham juga mengalami penuruanan. sehingga epresiasi dan keyakian pasar pada kinerja perusahaan menurun. Tingkat pembayaran deviden Tingkat pembayaran deviden menurun 0,2. Penurunan pada tingkat pembayaran dividen karena laba per saham naiak yang tidak diimbangi dengan kenaiakn dividen tunai per saham. Dividen tunai per saham malah mengalami penurunan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar